merupakan program strategis yang dirancang untuk memperkuat peran HR sebagai mitra bisnis yang inovatif dan berorientasi pada hasil.
Melalui Training HR Inovation and Leadership People Management peserta akan memahami bagaimana mengintegrasikan inovasi dalam pengelolaan SDM membangun kepemimpinan yang inspiratif serta mengelola kinerja tim secara efektif selain itu, Training HR Inovation and Leadership People Management juga membahas penerapan teknologi HR strategi people analytics serta pengembangan budaya kerja adaptif dengan pendekatan studi kasus simulasi dan best practice industri peserta mampu menciptakan solusi yang relevan meningkatkan engagement karyawan serta mendorong produktivitas organisasi secara berkelanjutan sehingga perusahaan dapat menghadapi perubahan dengan lebih agile kompetitif dan siap berkembang di era transformasi bisnis modern
PT EBS Consultant hadir sebagai mitra strategis bagi organisasi yang ingin memperkuat kapabilitas kepemimpinan dan pengelolaan SDM secara berkelanjutan. Dengan pendekatan berbasis praktik terbaik (best practice) dan pengalaman industri, PT EBS Consultant memposisikan diri sebagai pusat pelatihan Leadership & People Management yang unggul, relevan, dan berdampak nyata terhadap kinerja bisnis.
Fokus utama pelatihan tidak hanya pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga pada transformasi perilaku kepemimpinan, penguatan budaya kerja, serta penyelarasan antara strategi perusahaan dan kinerja tim. Setiap program dirancang secara komprehensif, mulai dari pemetaan kebutuhan (training needs analysis), penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, hingga implementasi dan evaluasi hasil pelatihan secara terukur.
Dengan komitmen terhadap kualitas, profesionalisme, dan dampak nyata, PT EBS Consultant menjadi pilihan terpercaya sebagai tempat pelatihan terbaik dalam pengembangan Leadership dan People Management di Indonesia.
CERTIFIED LEADERSHIP PEOPLE MANAGEMENT TRAINING
DIGITAL HC, FUTURE SKILLS & INNOVATION
Tentukan dan pastikan Materi Training terkini, outline/silabus dengan jadwal terbaik pelaksanaan training karyawan perusahaan. Pilihan Waktu Training Flexible Minimal 2 Minggu Hari Kerja.
1. HR Digital Transformation & Roadmap Development
Merancang perjalanan digitalisasi HR yang berdampak nyata.
Perkembangan teknologi digital, data analytics, dan otomatisasi telah mengubah cara organisasi mengelola Human Capital. Fungsi HR dituntut bertransformasi dari peran administratif menjadi strategic business partner berbasis data dan teknologi. Tanpa strategi transformasi digital yang jelas, inisiatif HR digital sering kali bersifat parsial, tidak terintegrasi, dan gagal memberikan nilai bisnis yang optimal.
HR Digital Transformation bukan sekadar implementasi HRIS atau aplikasi digital, melainkan perubahan menyeluruh pada proses, mindset, kompetensi, tata kelola, dan budaya kerja HR. Oleh karena itu, organisasi memerlukan roadmap HR digital yang terstruktur, realistis, dan selaras dengan strategi bisnis.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman strategis dan keterampilan praktis dalam merancang, mengimplementasikan, dan memonitor HR Digital Transformation Roadmap yang berkelanjutan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan urgensi HR Digital Transformation
Menilai tingkat kematangan digital (digital maturity) fungsi HR
Mengidentifikasi peluang digitalisasi proses HR
Menyusun strategi dan roadmap transformasi digital HR
Mengelola perubahan (change management) dalam HR digital
Mengukur dampak dan nilai bisnis dari transformasi HR digital
Session 1: HR Digital Transformation Overview
Evolusi fungsi HR: Administrative → Strategic → Digital HR
Tren HR Technology & Digital HR Ecosystem
Peran HR dalam Digital Business Strategy
Tantangan & risiko HR digital transformation
Session 2: HR Digital Maturity & Readiness Assessment
Konsep digital maturity model HR
Dimensi HR digital maturity:
Proses & layanan HR
Teknologi & data
People & capability
Governance & culture
Tools & metode assessment HR digital readiness
Session 3: Digitalization of HR Core Processes
Digitalisasi siklus HR end-to-end:
Recruitment & onboarding
Performance & talent management
Learning & development
Payroll & HR administration
Self-service & employee experience (EX)
Data-driven HR & HR analytics
Session 4: Workshop – HR Digital Opportunity Mapping
Identifikasi proses HR prioritas untuk digitalisasi
Analisis pain points & value creation
Diskusi kelompok & presentasi hasil
Session 5: HR Digital Strategy & Roadmap Development
Prinsip penyusunan HR digital roadmap
Alignment HR digital dengan business strategy
Short-term, mid-term & long-term initiatives
Resource planning & investment prioritization
Session 6: Technology Selection & Governance
HRIS, ATS, LMS, Performance Management System
Build vs Buy decision
Vendor selection & implementation governance
Data security, privacy & compliance
Session 7: Change Management & Adoption
Mindset & culture dalam HR digital
Stakeholder management
Communication & training strategy
Managing resistance & adoption metrics
Session 8: Monitoring, Metrics & Continuous Improvement
KPI & ROI HR digital transformation
HR analytics & dashboard
Continuous improvement & scaling
Workshop: Penyusunan HR Digital Transformation Roadmap & Action Plan
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman menyeluruh HR Digital Transformation
HR Digital Maturity Assessment Framework & Tools
Peta peluang digitalisasi proses HR
HR Digital Transformation Roadmap (Draft)
Action Plan implementasi HR digital
Template KPI & monitoring HR digital transformation
Paparan interaktif & best practice
Studi kasus HR digital
Diskusi kelompok
Workshop penyusunan roadmap
HR Director & HR Manager
HR Business Partner
Digital Transformation Team
IT & HRIS Team
Change Management & Strategy Team
2. HRIS Implementation & Automation Strategy
Meningkatkan efisiensi fungsi HR melalui sistem informasi SDM.
Di era digital, tuntutan terhadap fungsi HR semakin kompleks: kecepatan layanan, akurasi data, kepatuhan regulasi, serta kemampuan menyediakan insight strategis berbasis data. Banyak organisasi telah mengadopsi HRIS, namun tidak sedikit yang menghadapi tantangan seperti implementasi yang tidak optimal, sistem tidak terintegrasi, rendahnya user adoption, hingga kegagalan otomatisasi proses HR.
HRIS Implementation bukan hanya proyek IT, tetapi merupakan inisiatif strategis HR yang membutuhkan pemahaman proses bisnis, manajemen perubahan, tata kelola data, serta strategi otomasi yang tepat. Tanpa perencanaan dan roadmap yang matang, HRIS berisiko menjadi sekadar alat administrasi, bukan enabler transformasi HR.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam merancang, mengimplementasikan, mengotomasi, dan mengoptimalkan HRIS agar selaras dengan strategi bisnis dan transformasi HR.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami peran strategis HRIS dalam HR Digital Transformation
Mengidentifikasi kebutuhan dan kesiapan organisasi terhadap HRIS
Mendesain HRIS architecture dan automation strategy
Mengelola proyek implementasi HRIS secara efektif
Meningkatkan user adoption dan perubahan perilaku
Mengukur keberhasilan dan ROI implementasi HRIS
Session 1: HRIS as a Strategic Enabler
Evolusi HRIS: From Administration to Strategic Analytics
HRIS dalam konteks HR Digital Transformation
Value proposition HRIS bagi bisnis & karyawan
Common pitfalls & lessons learned implementasi HRIS
Session 2: HR Process Mapping & Automation Opportunity
End-to-end HR process mapping
Identifikasi proses manual & bottleneck
Prinsip Business Process Reengineering (BPR) HR
Menentukan prioritas proses untuk otomasi
Session 3: HRIS Architecture & System Design
Core HR, Payroll, Time Management
Talent Management System (TMS)
Learning Management System (LMS)
Integrasi dengan ERP, Finance & IT systems
Cloud vs On-Premise HRIS
Session 4: Workshop – HRIS Readiness & Automation Mapping
HRIS readiness assessment
Gap analysis: As-Is vs To-Be HR process
Penyusunan HRIS requirement & automation scope
Presentasi kelompok & feedback fasilitator
Session 5: HRIS Implementation Strategy & Project Management
HRIS implementation lifecycle
Governance structure & project roles
Timeline, milestones & risk management
Data migration & data cleansing strategy
Session 6: Vendor Selection & Contract Management
Menyusun RFP & requirement specification
Evaluasi vendor HRIS
SLA, KPI & contract governance
Managing vendor & system customization
Session 7: Change Management & User Adoption
HRIS & perubahan perilaku pengguna
Stakeholder engagement
Training & communication strategy
User adoption metrics & success indicators
Session 8: HRIS Optimization, Analytics & Continuous Automation
HRIS reporting & dashboard
HR analytics & decision support
Continuous improvement & scaling automation
Peserta akan memperoleh:
HRIS Readiness & Requirement Framework
Peta proses HR yang siap diotomasi
Template governance, KPI & monitoring HRIS
Checklist vendor selection & implementation control
Interactive lecture & best practices
Studi kasus implementasi HRIS
Diskusi kelompok
Presentasi dan coaching fasilitator
HR Director & HR Manager
HRIS / HR Technology Team
HR Business Partner
IT Project Manager
Digital Transformation Team
3. People Analytics & Predictive HR Metrics
Menggunakan data SDM untuk prediksi kebutuhan dan pengambilan keputusan.
Peran Human Resources telah bergeser secara signifikan dari fungsi administratif menjadi strategic business partner. Dalam konteks ini, pengambilan keputusan berbasis intuisi tidak lagi memadai. Organisasi dituntut untuk menggunakan data dan analitik guna memahami, memprediksi, dan mengoptimalkan kinerja SDM.
People Analytics dan Predictive HR Metrics memungkinkan HR untuk:
Mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kinerja, engagement, dan turnover
Memprediksi risiko ke depan (attrition, talent gap, productivity)
Memberikan insight strategis yang berdampak langsung pada bisnis
Namun, banyak organisasi masih menghadapi tantangan berupa data HR yang terfragmentasi, kurangnya pemahaman analitik, serta ketidakmampuan menerjemahkan data menjadi insight dan aksi strategis.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kerangka berpikir, metode, dan tools praktis dalam membangun People Analytics dan Predictive HR Metrics yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi organisasi.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan peran strategis People Analytics dalam bisnis
Mengidentifikasi dan mengelola data HR yang relevan dan berkualitas
Menyusun HR metrics dan KPI yang selaras dengan strategi bisnis
Membangun model People Analytics hingga level predictive
Menginterpretasikan data untuk pengambilan keputusan HR
Menyusun dashboard dan rekomendasi berbasis insight data
Session 1: Introduction to People Analytics
Evolusi HR Analytics: Descriptive – Diagnostic – Predictive – Prescriptive
Perbedaan HR Metrics vs People Analytics
Business value & strategic impact People Analytics
Contoh use case People Analytics di berbagai industri
Session 2: HR Data Management & Data Quality
Jenis data HR (demographic, performance, engagement, learning, payroll)
Data sources: HRIS, ATS, LMS, survey, finance
Data governance, data integrity & data privacy
Tantangan umum pengelolaan data HR
Session 3: Designing Strategic HR Metrics & KPI
Linking HR metrics to business outcomes
Core HR metrics: turnover, absenteeism, productivity, engagement
Leading vs lagging indicators
Balanced HR Scorecard & dashboard concept
Session 4: Workshop – HR Metrics Mapping
Identifikasi business issue utama
Menentukan HR metrics yang relevan
Mapping metrics ke tujuan strategis
Presentasi kelompok & feedback fasilitator
Session 5: Predictive People Analytics Fundamentals
Apa itu predictive analytics dalam HR
Statistical thinking untuk HR (tanpa teknis rumit)
Variabel, correlation, causality
Contoh predictive use cases: attrition risk, performance prediction
Session 6: Building Predictive HR Metrics
Menentukan problem statement
Identifikasi variabel independen & dependen
Model sederhana predictive HR analytics
Interpretasi hasil dan risiko bias data
Session 7: Visualization, Dashboard & Insight Communication
Prinsip visualisasi data HR
HR dashboard yang efektif untuk manajemen
Storytelling with HR data
Mengubah data menjadi rekomendasi bisnis
Session 8: Workshop – People Analytics Action Plan
Simulasi kasus predictive HR (turnover / engagement)
Penyusunan People Analytics roadmap
Action plan & quick wins
Presentasi hasil & coaching fasilitator
Peserta akan membawa pulang:
Framework People Analytics & Predictive HR Metrics
Daftar HR Metrics & KPI strategis siap digunakan
People Analytics Dashboard Concept (Draft)
Predictive HR Use Case & Model Sederhana
People Analytics Roadmap & Action Plan
Guideline interpretasi data & rekomendasi strategis HR
Interactive lecture & best practices
Studi kasus organisasi nyata
Diskusi kelompok terarah
Presentasi peserta & coaching fasilitator
HR Director & HR Manager
HR Business Partner
HRIS / HR Analytics Team
Talent Management & OD Team
Data Analyst (HR context)
Management & Strategy Team
4. AI, Chatbot & HR Tech Integration
Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk proses rekrutmen, training, dan layanan karyawan.
Transformasi digital di bidang Human Resources semakin dipercepat oleh kemajuan Artificial Intelligence (AI), chatbot, dan berbagai solusi HR Technology (HR Tech). Organisasi kini dituntut untuk memberikan layanan HR yang cepat, akurat, berbasis data, serta berorientasi pada pengalaman karyawan (employee experience).
AI dan chatbot telah digunakan untuk berbagai fungsi HR seperti:
Rekrutmen dan screening kandidat
Layanan HR self-service dan HR helpdesk
People analytics dan predictive insights
Learning personalization dan performance support
Namun, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam memahami use case yang tepat, kesiapan proses dan data, serta bagaimana mengintegrasikan AI dan chatbot secara efektif dengan sistem HR yang sudah ada (HRIS, ATS, LMS).
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman strategis dan praktis mengenai AI, chatbot, dan integrasi HR Tech, agar mampu merancang, mengimplementasikan, dan mengelola solusi HR digital yang berdampak nyata bagi organisasi.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dasar AI, chatbot, dan HR Tech dalam konteks HR
Mengidentifikasi peluang penerapan AI dan chatbot pada fungsi HR
Menilai kesiapan organisasi dalam mengadopsi AI & HR Tech
Merancang use case AI & chatbot yang relevan dan bernilai bisnis
Memahami prinsip integrasi AI dengan HRIS dan sistem HR lainnya
Menyusun roadmap implementasi AI & HR Tech di organisasi
Session 1: Introduction to AI & HR Technology
Evolusi HR Digital & HR Tech Landscape
Konsep dasar AI, Machine Learning & Automation
Peran AI dalam HR sebagai Business Enabler
Global & local best practices AI in HR
Session 2: HR Chatbot & Intelligent Automation
Apa itu HR chatbot & virtual assistant
Use case chatbot: recruitment, HR service, onboarding
Rule-based vs AI-powered chatbot
Employee experience & HR service excellence
Session 3: AI Use Cases Across HR Functions
AI dalam Talent Acquisition & Screening
AI untuk Learning & Development personalization
AI dalam Performance Management & Feedback
AI untuk Engagement & Attrition prediction
Session 4: Workshop – Identifying AI & Chatbot Opportunities
Mapping proses HR yang bisa diautomasi
Identifikasi pain points HR & karyawan
Menyusun AI/chatbot use case prioritas
Presentasi & diskusi kelompok
Session 5: HR Tech Integration & System Architecture
HR Tech ecosystem: HRIS, ATS, LMS, Payroll
API & integration concept (non-technical)
Data flow & interoperability
Vendor selection & solution comparison
Session 6: Data, Ethics & Risk Management
Data privacy & keamanan data karyawan
Ethical AI & bias mitigation
Kepatuhan regulasi ketenagakerjaan & data
Risk management dalam implementasi AI HR
Session 7: Implementation Strategy & Change Management
Readiness assessment organisasi
Project management AI & HR Tech
Change management & user adoption
Measuring ROI & success metrics
Session 8: Workshop – AI & HR Tech Roadmap Development
Penyusunan roadmap implementasi AI HR
Quick wins vs long-term initiatives
KPI & governance model
Presentasi roadmap & feedback fasilitator
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman komprehensif AI, chatbot & HR Tech
Daftar use case AI & chatbot di fungsi HR
HR Tech Integration Framework
AI & HR Tech Implementation Roadmap
Risk & Ethics Guideline untuk AI HR
Action Plan implementasi di organisasi masing-masing
Interactive lecture & diskusi
Studi kasus dan best practices
Presentasi peserta dan coaching
HR Director & HR Manager
HR Business Partner
HR Digital Transformation Team
HRIS / IT / Data Team
Talent Management & OD Team
Project Manager HR Tech
5. Gamification in HR & Learning
Menggunakan pendekatan permainan untuk meningkatkan keterlibatan karyawan.
Organisasi saat ini menghadapi tantangan besar dalam menjaga engagement karyawan, efektivitas pembelajaran, serta adopsi sistem dan program HR. Metode konvensional sering kali kurang menarik, berdampak rendah pada perubahan perilaku, dan sulit diukur keberhasilannya.
Gamification—penerapan elemen game dalam konteks non-game—telah terbukti meningkatkan:
Partisipasi dan motivasi karyawan
Retensi pembelajaran dan perubahan perilaku
Engagement dalam program HR dan Learning & Development
Dalam konteks HR dan Learning, gamification dapat diterapkan pada:
Onboarding & orientation
Training & learning programs
Performance management & recognition
Employee engagement & culture building
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan mindset, framework, dan keterampilan praktis dalam merancang dan mengimplementasikan gamification yang relevan, efektif, dan berkelanjutan di HR dan Learning.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan prinsip dasar gamification
Mengidentifikasi peluang penerapan gamification di HR & Learning
Merancang gamification yang selaras dengan tujuan bisnis dan HR
Menghindari kesalahan umum dalam penerapan gamification
Mengembangkan gamified learning & HR programs yang aplikatif
Mengukur dampak dan keberhasilan gamification
Session 1: Introduction to Gamification in HR & Learning
Definisi gamification vs game-based learning
Psikologi motivasi: intrinsic & extrinsic motivation
Behavioral science & engagement drivers
Best practices gamification di HR & L&D
Session 2: Core Elements of Gamification
Game mechanics: points, badges, levels, leaderboard
Game dynamics: competition, collaboration, progress
Player types & learner personas
Aligning gamification with learning & HR objectives
Session 3: Gamification Use Cases in HR
Gamification untuk onboarding & orientation
Gamification dalam training & learning journey
Performance, recognition & reward gamification
Gamification untuk culture & engagement
Session 4: Workshop – Gamification Ideation
Identifikasi pain points HR & Learning
Menentukan tujuan gamification
Mapping user journey & engagement loop
Presentasi ide gamification
Session 5: Designing Gamified Learning Experiences
Instructional design berbasis gamification
Microlearning & gamified content
Blended learning & digital gamification
Storytelling & narrative dalam learning
Session 6: Technology & Platform for Gamification
Gamification tools & LMS integration
HR Tech & mobile learning platforms
Low-tech vs high-tech gamification
Vendor selection & build vs buy decision
Session 7: Measurement, ROI & Sustainability
KPI gamification: engagement, completion, performance
Evaluasi dampak pembelajaran
Risiko & kegagalan umum gamification
Scaling & sustainability strategy
Session 8: Workshop – Gamification Design Blueprint
Penyusunan gamification blueprint
Action plan implementasi
Success metrics & governance
Presentasi final & feedback fasilitator
Peserta akan memperoleh:
Gamification Framework untuk HR & Learning
Daftar use case gamification di organisasi
Gamified Learning / HR Program Blueprint
Template desain gamification (journey, mechanics, KPI)
Implementation Roadmap & Action Plan
Panduan evaluasi dan pengukuran dampak gamification
Interactive lecture & diskusi
Studi kasus dan benchmarking
Presentasi dan coaching fasilitator
HR Director & HR Manager
Learning & Development Manager
Talent Management & OD Team
Internal Trainer & Facilitator
HR Digital Transformation Team
Corporate University / Academy Team
6. Digital Literacy for HR Practitioners
Mengembangkan keterampilan digital dasar hingga lanjutan untuk profesional HR.
Transformasi digital telah mengubah cara organisasi mengelola sumber daya manusia. Peran HR saat ini tidak lagi terbatas pada administrasi dan kebijakan, tetapi dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital, data, dan tools kolaborasi guna meningkatkan efektivitas proses HR serta kualitas pengambilan keputusan.
Namun, masih banyak praktisi HR yang menghadapi tantangan berupa:
Kesenjangan literasi digital dan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi
Pemahaman terbatas terhadap HR Tech, data, dan keamanan digital
Ketergantungan pada proses manual yang menghambat kecepatan dan akurasi
Pelatihan Digital Literacy for HR Practitioners dirancang untuk membekali HR dengan pengetahuan, keterampilan, dan mindset digital agar mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan berkontribusi secara strategis di era digital.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan urgensi literasi digital bagi fungsi HR
Menggunakan tools digital untuk meningkatkan produktivitas HR
Memahami ekosistem HR Technology dan perannya dalam HR modern
Mengelola data dan informasi HR secara aman dan efektif
Beradaptasi dengan perubahan digital dan membangun digital mindset
Menyusun rencana peningkatan kapabilitas digital HR secara berkelanjutan
Session 1: Digital Transformation & HR Evolution
Perubahan peran HR di era digital
Digital HR competency framework
Tantangan dan peluang HR di era teknologi
Studi kasus transformasi digital HR
Session 2: Essential Digital Skills for HR
Digital productivity tools (collaboration, cloud, automation)
Digital communication & virtual collaboration
Managing digital documents & workflow
Best practices kerja HR berbasis digital
Session 3: Introduction to HR Technology & Data
Ekosistem HR Tech: HRIS, ATS, LMS, Payroll
Peran data dalam pengambilan keputusan HR
Dasar People Analytics (non-technical)
Integrasi HR Tech dengan proses HR
Session 4: Workshop – Digital Skill Self-Assessment
Digital competency assessment peserta
Identifikasi gap literasi digital HR
Mapping kebutuhan peningkatan skill
Diskusi & refleksi kelompok
Session 5: Digital Data, Ethics & Cyber Awareness
Data privacy & perlindungan data karyawan
Etika penggunaan teknologi & AI di HR
Risiko keamanan digital & cyber awareness
Kepatuhan regulasi terkait data & ketenagakerjaan
Session 6: Leveraging Digital Tools for HR Excellence
Automasi proses HR sederhana
Digital onboarding & employee communication
E-learning & digital learning platform
HR service delivery berbasis digital
Session 7: Digital Mindset & Change Agility
Digital mindset & growth mindset untuk HR
Managing change & digital adoption
Kolaborasi HR dengan IT & bisnis
Future skills for HR professionals
Session 8: Workshop – Digital HR Action Plan
Penyusunan personal & team digital roadmap
Quick wins & improvement initiatives
KPI pengembangan literasi digital HR
Presentasi action plan & feedback fasilitator
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman komprehensif Digital Literacy untuk HR
Digital HR Competency Self-Assessment Result
Daftar tools digital yang relevan untuk HR
Digital HR Improvement Action Plan
Panduan dasar keamanan & etika digital HR
Roadmap pengembangan kapabilitas digital HR
Interactive lecture & diskusi
Studi kasus dan sharing best practices
Hands-on workshop & simulasi
Self-assessment & reflection session
Presentasi peserta & coaching fasilitator
HR Officer & HR Staff
HR Supervisor & HR Manager
HR Business Partner
L&D & Talent Management Team
HRIS & Digital HR Team
Praktisi HR yang ingin meningkatkan literasi digital
7. Future Skills Mapping & Upskilling Strategy
Mengidentifikasi dan mengembangkan kompetensi masa depan karyawan
Perubahan teknologi, digitalisasi, otomatisasi, dan dinamika bisnis yang cepat telah menggeser kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Banyak peran kerja mengalami transformasi, bahkan sebagian akan hilang dan digantikan oleh peran baru yang membutuhkan future skills—kombinasi antara digital skills, critical thinking, agility, dan human skills.
Organisasi yang tidak memetakan kebutuhan keterampilan masa depan dan menyiapkan strategi upskilling secara sistematis berisiko mengalami:
Talent gap dan skill mismatch
Penurunan produktivitas dan daya saing
Ketergantungan tinggi pada rekrutmen eksternal
Pelatihan Future Skills Mapping & Upskilling Strategy dirancang untuk membantu HR dan pimpinan organisasi dalam mengidentifikasi keterampilan masa depan, memetakan gap kompetensi, serta menyusun strategi upskilling dan reskilling yang terintegrasi dengan strategi bisnis.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami tren masa depan dunia kerja dan implikasinya terhadap kompetensi
Mengidentifikasi future skills yang relevan bagi organisasi
Melakukan pemetaan keterampilan (skills mapping) berbasis peran dan strategi bisnis
Mengidentifikasi skill gap individu dan organisasi
Menyusun strategi upskilling dan reskilling yang efektif
Mengembangkan roadmap pengembangan kompetensi jangka menengah dan panjang
Session 1: Future of Work & Talent Transformation
Tren global future of work (digital, AI, automation)
Dampak perubahan bisnis terhadap peran kerja
Shifting skills: dari technical ke human & digital skills
Studi kasus transformasi kompetensi organisasi
Session 2: Understanding Future Skills Framework
Definisi future skills: digital, cognitive, social, leadership
Hard skills vs soft skills di era masa depan
Industry-based future skills vs organizational future skills
Future skills taxonomy & framework
Session 3: Skills Mapping & Gap Analysis
Metodologi skills mapping berbasis job & role
Identifikasi critical skills & priority roles
Teknik skill gap analysis (current vs future)
Tools & template skills mapping
Session 4: Workshop – Future Skills Mapping
Identifikasi future skills organisasi
Pemetaan skills per fungsi/jabatan
Analisis gap kompetensi
Presentasi hasil kelompok & feedback
Session 5: Designing Upskilling & Reskilling Strategy
Prinsip upskilling & reskilling efektif
Build vs buy vs borrow talent strategy
Learning pathways & capability building
Aligning upskilling with career & succession
Session 6: Learning Ecosystem & Development Approach
Formal, informal & experiential learning
Digital learning, microlearning & blended learning
Coaching, mentoring & on-the-job development
Internal talent marketplace & job rotation
Session 7: Measurement, ROI & Sustainability
KPI upskilling & learning effectiveness
Measuring skill acquisition & impact bisnis
Governance & ownership upskilling program
Continuous learning culture
Session 8: Workshop – Upskilling Roadmap & Action Plan
Penyusunan future skills roadmap
Prioritas program upskilling
Timeline & resource planning
Presentasi roadmap & coaching fasilitator
Peserta akan memperoleh:
Future Skills Framework untuk organisasi
Skills Mapping & Skill Gap Analysis (Draft)
Upskilling & Reskilling Strategy Blueprint
Learning Pathway & Development Roadmap
Action Plan implementasi future skills
Interactive lecture & diskusi strategis
Studi kasus dan benchmarking
Group workshop & skills mapping exercise
Simulasi & design sprint
Presentasi dan coaching fasilitator
HR Director & HR Manager
HR Business Partner
Talent Management & OD Team
Learning & Development Team
Business Leader & Line Manager
Corporate University / Academy Team
8. Digital Competency Framework Design
Membangun kerangka kerja kompetensi digital untuk seluruh fungsi kerja.
Transformasi digital menuntut organisasi memiliki sumber daya manusia dengan kompetensi digital yang terstruktur, terukur, dan relevan dengan strategi bisnis. Banyak organisasi telah mengadopsi teknologi digital, namun belum memiliki kerangka kompetensi digital (Digital Competency Framework) yang jelas sebagai acuan rekrutmen, pengembangan, penilaian kinerja, dan perencanaan talenta.
Tanpa framework yang kuat, organisasi berisiko mengalami:
Ketidaksinambungan antara strategi digital dan kapabilitas SDM
Program pelatihan digital yang tidak terarah
Kesulitan mengukur kesiapan dan kematangan digital karyawan
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan metodologi dan praktik terbaik dalam merancang Digital Competency Framework yang selaras dengan visi digital organisasi dan dapat diimplementasikan secara nyata di seluruh siklus HR.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan urgensi kompetensi digital dalam organisasi
Mengidentifikasi kebutuhan kompetensi digital berdasarkan strategi bisnis
Menyusun struktur dan level Digital Competency Framework
Menetapkan indikator perilaku (behavioral indicators) kompetensi digital
Mengintegrasikan framework ke dalam proses HR
Menyusun roadmap implementasi dan pengembangan kompetensi digital
Session 1: Digital Transformation & Human Capital Readiness
Tren transformasi digital & implikasinya pada SDM
Digital maturity & workforce readiness
Peran kompetensi digital dalam strategi organisasi
Best practices Digital Competency Framework global
Session 2: Understanding Digital Competency Domains
Domain kompetensi digital:
Digital literacy & data awareness
Digital tools & collaboration
Cyber awareness & ethics
Digital mindset & agility
Functional vs leadership digital competencies
Industry-based vs organization-specific competencies
Session 3: Designing Digital Competency Structure & Levels
Prinsip desain framework kompetensi
Leveling kompetensi (basic–intermediate–advanced–expert)
Penentuan proficiency level per jabatan
Penulisan definisi kompetensi yang efektif
Session 4: Workshop – Digital Competency Framework Draft
Identifikasi kebutuhan kompetensi digital organisasi
Penyusunan domain & sub-kompetensi
Penentuan level kompetensi
Presentasi draft framework & feedback
Session 5: Behavioral Indicators & Assessment Method
Menyusun behavioral indicators kompetensi digital
Metode assessment: self-assessment, manager review, assessment center
Digital competency assessment tools
Validasi & kalibrasi kompetensi
Session 6: Integrating Digital Competency into HR Processes
Integrasi ke rekrutmen & talent acquisition
Integrasi ke learning & development
Integrasi ke performance management
Integrasi ke career & succession planning
Session 7: Implementation Strategy & Change Management
Roadmap implementasi Digital Competency Framework
Socialization & change adoption
Governance & ownership framework
Monitoring & continuous improvement
Session 8: Workshop – Implementation Roadmap & Action Plan
Penyusunan roadmap implementasi
Prioritas quick wins
KPI & success metrics
Presentasi action plan & coaching fasilitator
Peserta akan memperoleh:
Digital Competency Framework (Draft Organisasi)
Daftar domain & level kompetensi digital
Behavioral indicators kompetensi digital
Digital competency assessment concept
Integration map ke proses HR
Interactive lecture & diskusi strategis
Studi kasus & benchmarking
Simulasi & presentasi
Coaching dan feedback fasilitator
HR Director & HR Manager
HR Business Partner
Talent Management & OD Team
Learning & Development Team
Digital Transformation Team
Business Leaders & Functional Heads
9. Preparing Workforce for Industry 4.0 & Society 5.0
Transformasi SDM dalam menghadapi dunia kerja berbasis teknologi dan human-centered.
Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan adopsi AI, IoT, big data, automation, dan digital platform yang mengubah proses bisnis dan cara kerja organisasi. Sementara itu, konsep Society 5.0 menekankan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai kemanusiaan, di mana teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia.
Bagi organisasi, tantangan utama bukan hanya pada kesiapan teknologi, tetapi pada kesiapan sumber daya manusia (workforce readiness). Tanpa persiapan yang tepat, organisasi berisiko mengalami:
Kesenjangan kompetensi (skill gap) dan disrupsi peran kerja
Resistensi terhadap perubahan dan teknologi baru
Penurunan produktivitas dan engagement karyawan
Pelatihan ini dirancang untuk membantu HR dan pimpinan organisasi dalam memahami perubahan besar Industry 4.0 & Society 5.0, memetakan dampaknya terhadap tenaga kerja, serta menyusun strategi pengembangan SDM yang adaptif, berkelanjutan, dan human-centered.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan implikasi Industry 4.0 & Society 5.0 terhadap dunia kerja
Mengidentifikasi perubahan peran, kompetensi, dan cara kerja
Menentukan keterampilan kunci (future & digital skills) yang dibutuhkan
Menyusun strategi kesiapan dan pengembangan tenaga kerja
Mengelola perubahan organisasi berbasis teknologi secara efektif
Menyusun roadmap workforce transformation yang terintegrasi
Session 1: Industry 4.0 & Society 5.0 Overview
Evolusi revolusi industri (1.0 – 4.0)
Konsep Society 5.0 & human-centered technology
Perbedaan dan keterkaitan Industry 4.0 vs Society 5.0
Dampak global & nasional terhadap dunia kerja
Session 2: Workforce Transformation & Job Evolution
Perubahan job roles & job families
Automation, augmentation & job redesign
Skill displacement & emerging jobs
Studi kasus transformasi tenaga kerja
Session 3: Future Skills & Digital Human Capabilities
Digital skills, data literacy & tech awareness
Human skills: critical thinking, creativity, empathy
Leadership & adaptive mindset
Green skills & sustainability awareness
Session 4: Workshop – Workforce Impact Analysis
Analisis dampak Industry 4.0 terhadap organisasi
Identifikasi peran kritis & terdampak
Mapping kebutuhan kompetensi masa depan
Presentasi hasil & diskusi kelompok
Session 5: Workforce Readiness & Capability Strategy
Workforce readiness assessment
Upskilling, reskilling & redeployment strategy
Internal talent mobility & career transition
Talent ecosystem & partnership
Session 6: Learning, Culture & Human-Centered Design
Learning ecosystem untuk era digital
Digital learning, microlearning & experiential learning
Human-centered design & employee experience
Psychological safety & wellbeing di era digital
Session 7: Change Management & Leadership in Digital Era
Leading change in Industry 4.0
Managing resistance & building agility
Role of leaders & HR as change agents
Governance & stakeholder management
Session 8: Workshop – Workforce Transformation Roadmap
Penyusunan roadmap kesiapan tenaga kerja
Prioritas program & quick wins
KPI & success metrics
Presentasi roadmap & coaching fasilitator
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman komprehensif Industry 4.0 & Society 5.0
Workforce Impact & Readiness Analysis
Future Skills & Capability Map
Upskilling & Reskilling Strategy Blueprint
Workforce Transformation Roadmap
Action Plan implementasi di organisasi
Interactive lecture & diskusi strategis
Studi kasus & benchmarking
Simulasi & design thinking
Presentasi & coaching fasilitator
HR Director & HR Manager
HR Business Partner
Talent Management & OD Team
Learning & Development Team
Business Leaders & Line Managers
Digital Transformation & Strategy Team
10. Managing Workforce Disruption with Tech Readiness
Strategi kesiapan menghadapi disrupsi tenaga kerja berbasis teknologi.
Perkembangan teknologi seperti AI, automation, digital platform, dan data analytics telah menciptakan disrupsi besar terhadap struktur organisasi, peran kerja, dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Disrupsi ini sering kali memunculkan tantangan berupa skill mismatch, resistensi perubahan, penurunan produktivitas, hingga kecemasan karyawan terhadap masa depan pekerjaan mereka.
Organisasi yang mampu bertahan dan unggul bukan hanya yang mengadopsi teknologi, tetapi yang memiliki kesiapan SDM (tech readiness)—yakni kesiapan kompetensi, mindset, budaya, dan sistem pendukung dalam menghadapi perubahan teknologi secara berkelanjutan.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu HR dan pimpinan organisasi dalam mengelola disrupsi tenaga kerja secara strategis, memetakan dampak teknologi terhadap workforce, serta menyusun strategi kesiapan teknologi yang terintegrasi dengan pengembangan SDM dan manajemen perubahan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami bentuk dan sumber disrupsi tenaga kerja akibat teknologi
Mengidentifikasi dampak teknologi terhadap peran, kompetensi, dan struktur kerja
Menilai tingkat kesiapan teknologi dan SDM organisasi
Menyusun strategi pengelolaan disrupsi tenaga kerja
Merancang program upskilling, reskilling, dan redeployment
Menyusun roadmap workforce & tech readiness yang berkelanjutan
Session 1: Workforce Disruption in the Digital Era
Jenis disrupsi: teknologi, bisnis, regulasi, demografi
AI, automation & digital transformation impact
Job displacement vs job augmentation
Studi kasus disrupsi tenaga kerja global & lokal
Session 2: Tech Readiness & Human Readiness Concept
Definisi tech readiness & digital readiness
Human readiness: skill, mindset, culture
Organizational readiness & maturity model
Hubungan teknologi, proses & manusia
Session 3: Impact Analysis & Risk Mapping
Identifikasi peran & fungsi terdampak
Workforce risk assessment (skill gap, attrition, resistance)
Scenario planning & future workforce modeling
Tools & template impact analysis
Session 4: Workshop – Workforce Disruption Assessment
Analisis dampak teknologi pada organisasi peserta
Pemetaan risiko tenaga kerja
Identifikasi area kritis & prioritas
Presentasi hasil & diskusi kelompok
Session 5: Workforce Strategy for Tech Disruption
Build–Buy–Borrow–Bot talent strategy
Upskilling, reskilling & redeployment approach
Workforce agility & flexible workforce models
Internal talent marketplace
Session 6: Learning, Adoption & Change Management
Learning strategy untuk kesiapan teknologi
Change management & communication strategy
Managing resistance & employee anxiety
Leadership role in tech-driven change
Session 7: Governance, Metrics & Sustainability
Governance model pengelolaan disrupsi
KPI workforce readiness & tech adoption
Monitoring, evaluation & continuous improvement
Ethical & social considerations
Session 8: Workshop – Tech Readiness & Workforce Roadmap
Penyusunan roadmap kesiapan teknologi & SDM
Prioritas inisiatif & quick wins
Timeline, resources & accountability
Presentasi roadmap & coaching fasilitator
Peserta akan memperoleh:
Workforce Disruption & Risk Assessment
Future Workforce Impact Map
Upskilling & Reskilling Strategy Blueprint
Tech Readiness & Workforce Transformation Roadmap
Action Plan implementasi pengelolaan disrupsi
Interactive lecture & diskusi strategis
Studi kasus & benchmarking
Simulasi & design thinking
Presentasi & coaching fasilitator
HR Director & HR Manager
HR Business Partner
Talent Management & OD Team
Learning & Development Team
Business Leaders & Line Managers
Digital Transformation & Strategy Team
LEADERSHIP AND PEOPLE MANAGEMENT
Tentukan dan pastikan Materi Training terkini, outline/silabus dengan jadwal terbaik pelaksanaan training karyawan perusahaan. Pilihan Waktu Training Flexible Minimal 2 Minggu Hari Kerja.
1. Leading People with Emotional Intelligence
Mengembangkan kecerdasan emosional untuk kepemimpinan yang efektif.
Dalam lingkungan kerja yang dinamis, penuh tekanan, dan beragam, keberhasilan seorang pemimpin tidak lagi ditentukan hanya oleh kecerdasan intelektual (IQ) atau keahlian teknis, tetapi sangat dipengaruhi oleh Emotional Intelligence (EI). Pemimpin dengan kecerdasan emosional yang tinggi mampu membangun hubungan kerja yang sehat, meningkatkan kepercayaan, mengelola konflik, serta memotivasi dan mengembangkan anggota tim secara berkelanjutan.
Berbagai studi menunjukkan bahwa EI berkontribusi besar terhadap:
Kinerja dan produktivitas tim
Employee engagement dan retensi
Budaya kerja positif dan psychological safety
Namun, banyak pemimpin belum secara sadar mengembangkan kompetensi EI dalam gaya kepemimpinannya. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman, keterampilan praktis, dan refleksi diri agar mampu memimpin orang secara efektif dengan kecerdasan emosional.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan peran Emotional Intelligence dalam kepemimpinan
Meningkatkan kesadaran diri (self-awareness) dan pengelolaan emosi
Mengembangkan empati dan keterampilan sosial dalam memimpin tim
Mengelola konflik dan tekanan kerja secara konstruktif
Membangun hubungan kerja yang positif dan saling percaya
Menerapkan kepemimpinan berbasis EI dalam situasi nyata di tempat kerja
Session 1: Emotional Intelligence & Leadership Excellence
Konsep Emotional Intelligence (model Goleman & modern EI)
Perbedaan IQ, EQ, dan SQ dalam kepemimpinan
Dampak EI terhadap kinerja tim & organisasi
Self-assessment awal Emotional Intelligence
Session 2: Self-Awareness – Understanding Yourself as a Leader
Mengenali emosi, nilai, dan pemicu (emotional triggers)
Gaya kepemimpinan & respons emosional
Strengths & blind spots pemimpin
Latihan refleksi diri & diskusi
Session 3: Self-Management – Managing Emotions Under Pressure
Teknik mengelola stres & emosi negatif
Emotional regulation & resilience
Mengambil keputusan dengan kepala dingin
Simulasi situasi tekanan kerja
Session 4: Workshop – Personal EI Development Plan
Analisis profil EI pribadi
Identifikasi area pengembangan
Penyusunan personal EI action plan
Sharing & feedback kelompok
Session 5: Social Awareness – Empathy in Leadership
Empati vs simpati
Membaca emosi orang lain & dinamika tim
Leading diverse & multi-generational teams
Praktik active listening
Session 6: Relationship Management & Influencing Others
Membangun kepercayaan & psychological safety
Komunikasi asertif & penuh empati
Mengelola konflik secara emosional cerdas
Memberikan feedback yang membangun
Session 7: Leading Teams with Emotional Intelligence
Memotivasi & menginspirasi tim
Coaching & supporting team members
Mengelola emosi dalam perubahan & krisis
Studi kasus kepemimpinan berbasis EI
Session 8: Workshop – EI in Action
Role play kasus nyata kepemimpinan
Praktik komunikasi empatik & konflik handling
Refleksi pembelajaran
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Peserta akan memperoleh:
Hasil self-assessment Emotional Intelligence
Pemahaman mendalam peran EI dalam kepemimpinan
Personal Emotional Intelligence Development Plan
Teknik praktis pengelolaan emosi & stres
Keterampilan komunikasi empatik & feedback konstruktif
Action plan penerapan EI dalam memimpin tim
Interactive lecture & diskusi reflektif
Group discussion & peer feedback
Coaching & fasilitasi
Supervisor & Manager
Team Leader & Project Leader
HR Business Partner
High Potential Employees
Calon Pemimpin & First-Time Managers
2. People Management for Non-HR Leaders
Membekali pimpinan lini dengan keterampilan dasar pengelolaan SDM.
Dalam organisasi modern, peran pengelolaan SDM tidak lagi menjadi tanggung jawab departemen HR semata. Leader non-HR (Manager Operasional, Sales, Finance, Engineering, Project Manager, dll.) memiliki peran strategis sebagai people manager yang secara langsung memengaruhi kinerja, engagement, dan pengembangan anggota tim.
Banyak pemimpin non-HR memiliki keunggulan teknis, namun menghadapi tantangan dalam:
Mengelola kinerja dan perilaku karyawan
Memberikan feedback dan coaching yang efektif
Menangani konflik dan isu disiplin
Memahami aspek dasar kebijakan & regulasi ketenagakerjaan
Pelatihan ini dirancang untuk membekali leader non-HR dengan pengetahuan, mindset, dan keterampilan praktis people management agar mampu memimpin tim secara profesional, manusiawi, dan selaras dengan kebijakan organisasi.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami peran dan tanggung jawab leader non-HR dalam people management
Mengelola kinerja, perilaku, dan potensi anggota tim
Melakukan komunikasi, feedback, dan coaching secara efektif
Menangani konflik dan permasalahan karyawan secara tepat
Berkolaborasi dengan HR secara strategis dan sesuai prosedur
Membangun tim yang produktif, engaged, dan berbudaya positif
Session 1: The Role of Non-HR Leaders as People Managers
Perubahan peran pemimpin di era modern
Leader sebagai role model & culture carrier
Tanggung jawab people management vs HR role
Dampak kepemimpinan terhadap kinerja & engagement
Session 2: Understanding People at Work
Perilaku individu & dinamika tim
Perbedaan karakter, motivasi, dan gaya kerja
Managing multi-generation & diverse teams
Psychological safety & trust
Session 3: Performance Management for Daily Leaders
Menetapkan ekspektasi & tujuan kerja yang jelas
Monitoring kinerja harian
Mengelola underperformance & high performer
Studi kasus kinerja tim
Session 4: Communication & Feedback Essentials
Komunikasi efektif untuk leader non-HR
Teknik memberikan feedback konstruktif
Menghadapi percakapan sulit (difficult conversations)
Role play feedback one-on-one
Session 5: Coaching & Developing Team Members
Peran leader sebagai coach
Coaching vs instructing
Coaching sederhana di tempat kerja
Praktik coaching conversation
Session 6: Managing Employee Issues & Conflict
Jenis konflik di tempat kerja
Teknik menangani konflik secara profesional
Mengelola emosi & kepentingan pihak terkait
Simulasi penanganan konflik
Session 7: Basic HR & Legal Awareness for Non-HR Leaders
Kebijakan HR yang perlu dipahami leader
Disiplin kerja & etika profesional
Dokumentasi kinerja & perilaku
Kapan dan bagaimana melibatkan HR
Session 8: Workshop – Action Plan People Management
Evaluasi gaya people management peserta
Penyusunan People Management Action Plan
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Refleksi & pembelajaran utama
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman peran people management bagi leader non-HR
Keterampilan komunikasi & feedback yang aplikatif
Kemampuan coaching sederhana untuk pengembangan tim
Teknik menangani konflik & isu karyawan
Kesadaran dasar kebijakan HR & aspek legal
People Management Action Plan individual
Interactive lecture & diskusi
Studi kasus nyata organisasi
Group discussion
Coaching practice & refleksi
Manager & Supervisor non-HR
Team Leader & Project Leader
First-Time Manager
Head of Department
Calon Pemimpin Operasional
3. Transformational Leadership for Organizational Growth
Mendorong perubahan positif melalui kepemimpinan yang inspiratif.
Di tengah dinamika bisnis yang cepat, disrupsi teknologi, dan perubahan ekspektasi tenaga kerja, organisasi membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola operasional, tetapi juga menggerakkan perubahan, menginspirasi tim, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Kepemimpinan tradisional yang bersifat instruksional sudah tidak lagi memadai. Organisasi memerlukan Transformational Leaders—pemimpin yang mampu:
Menyusun dan mengomunikasikan visi yang bermakna
Menginspirasi dan memotivasi karyawan melampaui kepentingan pribadi
Mengembangkan potensi individu dan tim
Mendorong inovasi, agility, dan budaya pembelajaran
Pelatihan ini dirancang untuk membekali para leader dengan mindset, kompetensi, dan keterampilan praktis kepemimpinan transformasional guna menciptakan dampak nyata terhadap pertumbuhan organisasi.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan prinsip Transformational Leadership
Mengembangkan visi dan arah strategis yang menginspirasi
Meningkatkan kemampuan memimpin perubahan dan inovasi
Membangun keterlibatan, komitmen, dan kinerja tim
Mengembangkan talenta dan potensi anggota tim secara berkelanjutan
Menerapkan perilaku kepemimpinan yang berdampak pada pertumbuhan organisasi
Session 1: Leadership in the Era of Change
Tantangan kepemimpinan di era disrupsi
Perbedaan leadership vs management
Evolusi gaya kepemimpinan modern
Dampak kepemimpinan terhadap pertumbuhan organisasi
Session 2: Understanding Transformational Leadership
Definisi dan karakteristik Transformational Leadership
Empat pilar Transformational Leadership:
Idealized Influence
Inspirational Motivation
Intellectual Stimulation
Individualized Consideration
Self-assessment gaya kepemimpinan peserta
Session 3: Visionary Leadership & Strategic Direction
Merumuskan visi yang kuat dan bermakna
Menyelaraskan visi dengan strategi organisasi
Mengomunikasikan visi secara inspiratif
Latihan menyusun dan menyampaikan visi
Session 4: Leading with Values, Integrity & Purpose
Kepemimpinan berbasis nilai (values-based leadership)
Integritas dan keteladanan pemimpin
Membangun kepercayaan (trust) dan kredibilitas
Studi kasus kepemimpinan berintegritas
Session 5: Inspiring & Engaging High-Performance Teams
Membangun motivasi intrinsik tim
Psychological safety dan engagement
Mengelola keberagaman dan potensi tim
Praktik membangun team engagement
Session 6: Coaching & Developing People for Growth
Peran pemimpin sebagai coach dan developer
Coaching mindset & coaching conversation
Mengembangkan potensi dan kesiapan talenta
Simulasi coaching untuk pengembangan karyawan
Session 7: Leading Change & Innovation
Mengapa perubahan sering gagal
Peran pemimpin transformasional dalam change management
Mengelola resistensi dan membangun komitmen
Mendorong budaya inovasi dan continuous improvement
Session 8: Action Plan – Becoming a Transformational Leader
Refleksi gaya kepemimpinan saat ini
Identifikasi area transformasi pribadi
Penyusunan Leadership Transformation Action Plan
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman menyeluruh tentang Transformational Leadership
Kesadaran diri terhadap gaya kepemimpinan masing-masing
Kemampuan merumuskan dan mengomunikasikan visi yang menginspirasi
Keterampilan membangun engagement dan motivasi tim
Kemampuan coaching untuk pengembangan individu
Leadership Transformation Action Plan yang siap diimplementasikan
Interactive lecture & diskusi
Self-assessment & refleksi
Studi kasus organisasi
Group discussion & workshop
Manager & Senior Manager
Supervisor & Team Leader
Head of Department
High Potential Talent (HiPo)
Calon pemimpin strategis organisasi
4. Adaptive Leadership in the VUCA World
Memimpin secara fleksibel dalam lingkungan bisnis yang tidak pasti.
Lingkungan bisnis dan organisasi saat ini ditandai oleh kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang ditandai dengan perubahan cepat, ketidakpastian tinggi, kompleksitas masalah lintas fungsi, serta ambiguitas dalam pengambilan keputusan. Dalam situasi ini, pendekatan kepemimpinan konvensional yang berfokus pada kontrol dan kepastian menjadi kurang efektif.
Organisasi membutuhkan Adaptive Leaders—pemimpin yang mampu:
Membaca perubahan secara cepat dan akurat
Mengambil keputusan di tengah ketidakpastian
Menyesuaikan strategi, struktur, dan gaya kepemimpinan
Memberdayakan tim untuk belajar, bereksperimen, dan berinovasi
Pelatihan ini dirancang untuk membekali pemimpin dengan mindset adaptif, kerangka berpikir strategis, serta keterampilan praktis agar mampu memimpin secara efektif di dunia VUCA.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami karakteristik dunia VUCA dan dampaknya terhadap organisasi
Mengembangkan mindset kepemimpinan adaptif
Membedakan tantangan teknis dan tantangan adaptif
Mengambil keputusan efektif dalam kondisi ketidakpastian
Membangun tim yang agile, resilient, dan kolaboratif
Memimpin perubahan secara fleksibel dan berkelanjutan
Session 1: The VUCA World & Leadership Challenges
Definisi dan karakteristik VUCA
Dampak VUCA terhadap bisnis dan organisasi
Tantangan kepemimpinan di era ketidakpastian
Studi kasus organisasi dalam dunia VUCA
Session 2: Mindset of Adaptive Leadership
Perbedaan leadership tradisional vs adaptive leadership
Adaptive mindset: learning, agility, resilience
Growth mindset dan psychological flexibility
Self-assessment kesiapan adaptif peserta
Session 3: Technical Problems vs Adaptive Challenges
Memahami jenis masalah organisasi
Kesalahan umum pemimpin dalam menangani tantangan adaptif
Framework diagnosa masalah adaptif
Latihan klasifikasi kasus nyata peserta
Session 4: Decision Making in Uncertainty
Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak lengkap
Risk-based & scenario-based decision making
Bias kognitif dalam situasi VUCA
Simulasi pengambilan keputusan adaptif
Session 5: Leading Adaptive Change
Prinsip change management adaptif
Mengelola resistensi dan ketegangan produktif
Menjaga stabilitas sambil mendorong perubahan
Studi kasus perubahan organisasi
Session 6: Building Agile & Resilient Teams
Karakteristik tim agile dan resilient
Psychological safety & trust
Kolaborasi lintas fungsi
Praktik membangun ketahanan tim
Session 7: Adaptive Communication & Influence
Komunikasi efektif dalam ketidakpastian
Sense-making dan storytelling adaptif
Mempengaruhi tanpa otoritas formal
Role play komunikasi adaptif
Session 8: Adaptive Leadership Action Plan
Refleksi kepemimpinan adaptif pribadi
Identifikasi tantangan VUCA di unit kerja
Penyusunan Adaptive Leadership Action Plan
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman mendalam tentang dunia VUCA dan implikasinya
Mindset dan perilaku kepemimpinan adaptif
Kemampuan mendiagnosis masalah adaptif vs teknis
Keterampilan pengambilan keputusan dalam ketidakpastian
Kemampuan membangun tim yang agile dan resilient
Adaptive Leadership Action Plan yang aplikatif dan terukur
Interactive lecture
Diskusi kelompok & studi kasus
Self-assessment & refleksi
Simulasi & role play
Workshop penyusunan action plan
Top Management & Senior Leaders
Manager & Supervisor
Project Leader & Change Agent
High Potential Talent (HiPo)
Pemimpin lintas fungsi
5. Conflict Management & Constructive Communication
Mengelola konflik dan komunikasi yang membangun kerja sama.
Konflik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika kerja dalam organisasi, baik yang muncul akibat perbedaan kepentingan, persepsi, gaya kerja, maupun tekanan target dan perubahan. Konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kinerja, merusak hubungan kerja, dan memicu disengagement karyawan. Namun, konflik yang dikelola secara tepat justru dapat menjadi sumber pembelajaran, inovasi, dan penguatan kolaborasi.
Banyak konflik di tempat kerja tidak membesar karena permasalahan itu sendiri, melainkan karena pola komunikasi yang tidak efektif, defensif, atau emosional. Oleh karena itu, pemimpin dan karyawan perlu dibekali dengan keterampilan conflict management dan komunikasi konstruktif agar mampu menyelesaikan perbedaan secara profesional, adil, dan produktif.
Pelatihan ini dirancang untuk membangun kemampuan peserta dalam memahami sumber konflik, memilih strategi penanganan yang tepat, serta berkomunikasi secara asertif, empatik, dan solutif.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami jenis, sumber, dan dinamika konflik di tempat kerja
Mengenali gaya pribadi dalam menghadapi konflik
Menerapkan strategi pengelolaan konflik yang tepat sesuai situasi
Mengembangkan keterampilan komunikasi konstruktif dan asertif
Mengelola emosi dan membangun empati dalam situasi konflik
Menyelesaikan konflik secara win–win dan menjaga hubungan kerja
Session 1: Understanding Workplace Conflict
Pengertian dan karakteristik konflik kerja
Jenis-jenis konflik: tugas, relasi, nilai, dan kepentingan
Sumber konflik dalam organisasi
Dampak konflik terhadap kinerja dan hubungan kerja
Session 2: Conflict Styles & Self-Awareness
Lima gaya menghadapi konflik (Avoiding, Accommodating, Competing, Compromising, Collaborating)
Kelebihan dan risiko masing-masing gaya
Self-assessment gaya konflik peserta
Refleksi pengalaman konflik nyata
Session 3: Emotional Intelligence in Conflict Situations
Peran emosi dalam konflik
Mengelola emosi diri (self-regulation)
Empati dan perspektif orang lain
Teknik menenangkan diri dalam konflik
Session 4: Fundamentals of Constructive Communication
Prinsip komunikasi konstruktif
Komunikasi pasif, agresif, dan asertif
Active listening & powerful questioning
Latihan komunikasi asertif
Session 5: Conflict Resolution Strategies
Menentukan strategi sesuai jenis konflik
Pendekatan win–win solution
Negosiasi dan problem solving kolaboratif
Studi kasus konflik organisasi
Session 6: Difficult Conversations Management
Menghadapi percakapan sulit secara profesional
Struktur percakapan konflik yang efektif
Memberi dan menerima feedback dalam konflik
Role play difficult conversations
Session 7: Managing Conflict in Teams & Across Functions
Konflik dalam tim dan lintas fungsi
Peran pemimpin sebagai mediator
Membangun kepercayaan dan psychological safety
Teknik fasilitasi diskusi konflik
Session 8: Conflict Management Action Plan
Refleksi pembelajaran
Identifikasi potensi konflik di unit kerja
Penyusunan Conflict & Communication Action Plan
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman menyeluruh tentang konflik dan dinamika komunikasi
Kesadaran terhadap gaya konflik pribadi
Keterampilan komunikasi asertif dan empatik
Kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif dan profesional
Kepercayaan diri menghadapi percakapan sulit
Conflict Management & Communication Action Plan yang aplikatif
Interactive lecture
Diskusi kelompok
Self-assessment & refleksi
Studi kasus organisasi
Role play & simulasi konflik
Workshop action plan
Supervisor & Manager
Team Leader & Project Leader
HR & Industrial Relations
Karyawan kunci lintas fungsi
Pemimpin yang sering menangani konflik tim
6. Developing High Performing Teams
Strategi membentuk tim kerja yang solid, produktif, dan kolaboratif.
Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan tim dalam bekerja secara kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Di tengah tantangan target yang semakin kompleks, perubahan cepat, serta keberagaman latar belakang individu, banyak tim belum mampu mencapai potensi terbaiknya. Permasalahan umum yang sering muncul meliputi komunikasi yang tidak efektif, rendahnya kepercayaan, konflik yang tidak terkelola, serta kurangnya kejelasan peran dan tujuan.
Tim berkinerja tinggi (High Performing Teams) bukan terbentuk secara instan, melainkan melalui kepemimpinan yang tepat, proses yang jelas, budaya saling percaya, dan komitmen terhadap tujuan bersama. Pemimpin dan anggota tim perlu memahami dinamika tim serta memiliki keterampilan praktis untuk mengelola kinerja, hubungan, dan kolaborasi.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kerangka kerja, keterampilan, dan praktik terbaik dalam membangun dan mempertahankan tim berkinerja tinggi secara berkelanjutan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami karakteristik dan prinsip High Performing Teams
Mengelola dinamika tim dan perbedaan individu secara produktif
Membangun kepercayaan, keterlibatan, dan kolaborasi tim
Meningkatkan komunikasi dan koordinasi kerja tim
Mengelola konflik dan meningkatkan sinergi
Mendorong kinerja tim yang konsisten dan berkelanjutan
Session 1: Understanding Team Dynamics
Pengertian dan peran tim dalam organisasi
Perbedaan kelompok kerja vs tim berkinerja tinggi
Tahapan perkembangan tim (Forming–Storming–Norming–Performing)
Tantangan umum dalam kerja tim
Session 2: Building Trust & Psychological Safety
Pentingnya kepercayaan dalam tim
Psychological safety dan dampaknya pada kinerja
Peran pemimpin dalam membangun trust
Latihan membangun kepercayaan tim
Session 3: Roles, Goals & Accountability
Kejelasan peran dan tanggung jawab
Menyelaraskan tujuan individu dan tujuan tim
Key Performance Indicators (KPI) tim
Membangun budaya akuntabilitas
Session 4: Effective Team Communication
Prinsip komunikasi efektif dalam tim
Active listening dan feedback konstruktif
Mengelola perbedaan gaya komunikasi
Simulasi komunikasi tim
Session 5: Collaboration & Problem Solving
Kolaborasi lintas fungsi
Teknik pemecahan masalah berbasis tim
Pengambilan keputusan kolektif
Studi kasus kolaborasi tim
Session 6: Managing Conflict & Team Challenges
Jenis konflik dalam tim
Konflik sebagai sumber pembelajaran
Teknik penyelesaian konflik konstruktif
Role play konflik tim
Session 7: Coaching & Motivating Team Performance
Peran pemimpin sebagai coach tim
Membangun motivasi dan engagement
Mengelola kinerja anggota tim
Praktik coaching dalam tim
Session 8: High Performing Team Action Plan
Refleksi kondisi tim saat ini
Identifikasi gap dan peluang peningkatan
Penyusunan Team Performance Action Plan
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman menyeluruh tentang High Performing Teams
Kemampuan membangun kepercayaan dan kolaborasi tim
Keterampilan komunikasi dan pengelolaan konflik dalam tim
Kemampuan meningkatkan motivasi dan kinerja anggota tim
Team Performance Action Plan yang aplikatif dan terukur
Interactive lecture
Diskusi kelompok & refleksi
Studi kasus organisasi
Workshop penyusunan action plan
Supervisor & Manager
Team Leader & Project Leader
Calon pemimpin tim
HR & Organizational Development
Anggota tim inti lintas fungsi
7. Delegation & Empowerment Skills for Managers
Meningkatkan efektivitas tim melalui pendelegasian dan pemberdayaan.
Dalam tuntutan organisasi yang semakin kompleks dan cepat, manajer sering terjebak dalam pekerjaan operasional dan pengambilan keputusan yang seharusnya dapat didelegasikan. Kurangnya keterampilan delegasi menyebabkan beban kerja manajer berlebihan, rendahnya pengembangan karyawan, lambatnya pengambilan keputusan, serta menurunnya motivasi dan kepercayaan diri anggota tim.
Delegasi bukan sekadar memindahkan tugas, melainkan proses strategis untuk memberdayakan orang lain, mengembangkan kompetensi, dan membangun akuntabilitas. Manajer yang efektif mampu mendelegasikan dengan jelas, memberikan wewenang yang tepat, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendorong kemandirian dan kepemilikan (ownership).
Pelatihan ini dirancang untuk membekali manajer dengan mindset, keterampilan, dan alat praktis dalam melakukan delegasi dan pemberdayaan secara efektif guna meningkatkan kinerja tim dan organisasi.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami peran strategis delegasi dan empowerment dalam kepemimpinan
Mengubah mindset dari “doer” menjadi “developer”
Menentukan tugas yang tepat untuk didelegasikan
Melakukan delegasi secara jelas, terstruktur, dan akuntabel
Memberdayakan tim melalui kepercayaan, coaching, dan feedback
Meningkatkan kinerja, keterlibatan, dan kesiapan tim
Session 1: The Manager’s Role in Delegation & Empowerment
Tantangan manajer dalam mendelegasikan
Dampak buruk micromanagement
Delegation vs abdication
Peran manajer sebagai enabler dan coach
Session 2: Delegation Mindset & Self-Awareness
Hambatan psikologis dalam delegasi
Tingkat kesiapan dan kompetensi anggota tim
Self-assessment gaya delegasi manajer
Refleksi pengalaman delegasi peserta
Session 3: What, When & To Whom to Delegate
Kriteria tugas yang bisa dan tidak bisa didelegasikan
Menilai kompetensi dan komitmen bawahan
Matching task with people
Latihan pemetaan tugas delegasi
Session 4: Effective Delegation Process
Langkah-langkah delegasi efektif
Menetapkan tujuan, ekspektasi, dan batasan
Penentuan wewenang dan tanggung jawab
Simulasi proses delegasi
Session 5: Empowerment & Building Trust
Konsep empowerment dalam kepemimpinan
Membangun kepercayaan dan ownership
Psychological safety dalam tim
Praktik pemberdayaan tim
Session 6: Coaching & Monitoring without Micromanaging
Monitoring yang efektif dan proporsional
Coaching conversation untuk delegasi
Memberi dukungan tanpa mengambil alih
Role play coaching delegasi
Session 7: Feedback, Accountability & Learning
Memberikan feedback konstruktif
Mengelola kesalahan dan pembelajaran
Membangun akuntabilitas hasil
Evaluasi hasil delegasi
Session 8: Delegation & Empowerment Action Plan
Refleksi gaya kepemimpinan delegatif
Identifikasi peluang delegasi di unit kerja
Penyusunan Delegation & Empowerment Action Plan
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman strategis tentang delegasi dan empowerment
Mindset kepemimpinan yang memberdayakan
Keterampilan delegasi yang jelas, terstruktur, dan efektif
Kemampuan coaching dan monitoring tanpa micromanaging
Delegation & Empowerment Action Plan yang aplikatif
Interactive lecture
Diskusi kelompok
Studi kasus
Workshop action plan
Supervisor & Manager
Team Leader & Project Leader
Calon manajer
HR & Leadership Development
Pemimpin unit kerja
8. Strategic Decision Making for HC Leaders
Kemampuan analitis dan pengambilan keputusan dalam peran HR strategis.
Peran Human Capital (HC) Leaders telah bergeser secara signifikan dari fungsi administratif menjadi strategic partner yang berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan bisnis. Dalam konteks ini, HC Leaders dituntut mampu mengambil keputusan strategis yang berdampak luas terhadap kinerja organisasi, keberlanjutan talenta, budaya kerja, serta daya saing jangka panjang.
Namun, pengambilan keputusan HC sering dihadapkan pada tantangan kompleks: keterbatasan data, tekanan waktu, kepentingan berbagai pemangku kepentingan, perubahan regulasi, serta ketidakpastian lingkungan bisnis. Tanpa kerangka berpikir strategis dan pendekatan berbasis data, keputusan HC berisiko bersifat reaktif, subjektif, atau tidak selaras dengan strategi bisnis.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali HC Leaders dengan mindset strategis, kerangka pengambilan keputusan yang terstruktur, serta keterampilan analitis dan judgement yang kuat dalam menghadapi berbagai isu Human Capital secara efektif.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami peran HC Leaders dalam pengambilan keputusan strategis organisasi
Mengembangkan pola pikir strategic & business-oriented decision making
Menggunakan kerangka kerja pengambilan keputusan yang sistematis
Mengintegrasikan data, risiko, dan dampak bisnis dalam keputusan HC
Mengelola trade-off dan kepentingan pemangku kepentingan
Mengambil keputusan HC yang berkelanjutan dan beretika
Session 1: The Strategic Role of HC Leaders
Evolusi peran HC: dari admin ke strategic partner
HC decision impact terhadap kinerja bisnis
Area keputusan strategis HC (talent, struktur, budaya, cost, risk)
Tantangan pengambilan keputusan HC modern
Session 2: Strategic Thinking for Decision Making
Strategic vs operational decisions
Systems thinking dalam HC
Long-term vs short-term trade-offs
Latihan berpikir strategis berbasis kasus HC
Session 3: Decision-Making Frameworks for HC Leaders
Rational & evidence-based decision making
Scenario planning & option analysis
Cost–benefit & risk–impact analysis
Framework pengambilan keputusan HC strategis
Session 4: Data, Analytics & Insight in HC Decisions
Peran people analytics dalam pengambilan keputusan
Menentukan data yang relevan untuk isu HC
Menghindari bias dalam interpretasi data
Studi kasus keputusan HC berbasis data
Session 5: Managing Uncertainty & Risk in HC Decisions
Risiko strategis HC (talent risk, compliance, reputation)
Pengambilan keputusan dalam kondisi ketidakpastian
Mitigasi risiko dan contingency planning
Simulasi pengambilan keputusan berisiko
Session 6: Stakeholder Management & Ethical Considerations
Mengelola kepentingan manajemen, karyawan, dan regulator
Keputusan HC yang adil dan beretika
Dilema etika dalam HC decision making
Diskusi kasus dilema HC
Session 7: From Decision to Execution
Mengomunikasikan keputusan strategis HC
Change management & buy-in stakeholder
Monitoring dan evaluasi keputusan
Lessons learned & continuous improvement
Session 8: Strategic HC Decision Action Plan
Refleksi pola keputusan peserta
Identifikasi isu strategis HC di organisasi
Penyusunan Strategic Decision Action Plan
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Peserta akan memperoleh:
Kerangka berpikir strategis dalam pengambilan keputusan HC
Kemampuan menggunakan decision-making frameworks yang terstruktur
Keterampilan mengintegrasikan data, risiko, dan dampak bisnis
Kepercayaan diri dalam mengambil keputusan kompleks HC
Strategic HC Decision Action Plan yang aplikatif dan kontekstual
Interactive lecture
Diskusi strategis & studi kasus HC
Simulasi pengambilan keputusan
Workshop action plan
Refleksi individu & kelompok
HC Director / Head of HR
HR Business Partner
HC Manager & Senior Manager
Organizational Development & Talent Leaders
Calon HC Strategic Leader
9. Influencing Without Authority
Mempengaruhi keputusan dan perilaku dalam organisasi tanpa jabatan formal.
Dalam organisasi modern yang semakin datar, kolaboratif, dan lintas fungsi, keberhasilan tidak lagi hanya ditentukan oleh kewenangan jabatan. Banyak profesional—termasuk manajer, project leader, HR business partner, dan individual contributor—dituntut untuk mempengaruhi keputusan, perilaku, dan komitmen pihak lain tanpa memiliki otoritas langsung.
Kondisi ini menuntut keterampilan influencing skills yang kuat: membangun kredibilitas, memahami kepentingan stakeholder, berkomunikasi secara persuasif, serta mengelola hubungan dan dinamika kekuasaan secara cerdas. Tanpa keterampilan ini, ide bagus sering tidak diimplementasikan, kolaborasi tersendat, dan keputusan strategis terhambat.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan mindset, teknik, dan strategi praktis agar mampu mempengaruhi secara efektif, etis, dan berkelanjutan—tanpa mengandalkan posisi atau jabatan formal.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan pentingnya influencing without authority
Mengidentifikasi sumber kekuatan pengaruh non-formal
Membangun kredibilitas dan kepercayaan lintas stakeholder
Menggunakan teknik komunikasi persuasif yang efektif
Mengelola resistensi dan perbedaan kepentingan
Meningkatkan kolaborasi dan komitmen tanpa paksaan
Session 1: The Power of Influence in Modern Organizations
Perubahan struktur organisasi dan kepemimpinan
Authority vs influence
Dampak influence terhadap kinerja dan kolaborasi
Studi kasus kegagalan & keberhasilan influence
Session 2: Sources of Influence Without Authority
Personal power vs positional power
Kredibilitas, expertise, dan reputasi
Relationship capital & trust
Self-assessment sumber pengaruh peserta
Session 3: Understanding Stakeholders & Interests
Mapping stakeholder dan kepentingannya
Membaca kebutuhan, motivasi, dan concern
Menyelaraskan kepentingan (win–win approach)
Latihan stakeholder mapping
Session 4: Communication for Influence
Prinsip komunikasi persuasif
Framing pesan yang berdampak
Storytelling untuk mempengaruhi
Simulasi komunikasi persuasif
Session 5: Influencing Strategies & Tactics
Pendekatan rasional, emosional, dan sosial
Timing dan konteks dalam influence
Koalisi dan alliance building
Studi kasus influence lintas fungsi
Session 6: Managing Resistance & Difficult Stakeholders
Mengidentifikasi sumber resistensi
Teknik menghadapi penolakan dan konflik
Negotiation & persuasion skills
Role play menghadapi stakeholder sulit
Session 7: Ethical Influence & Long-Term Impact
Batas antara influence dan manipulasi
Etika dalam mempengaruhi
Membangun pengaruh berkelanjutan
Refleksi nilai dan integritas pribadi
Session 8: Influencing Action Plan
Refleksi kekuatan dan area pengembangan
Identifikasi situasi nyata yang membutuhkan influence
Penyusunan Influencing Without Authority Action Plan
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman mendalam tentang konsep influence tanpa otoritas
Kesadaran akan sumber kekuatan pengaruh pribadi
Keterampilan komunikasi persuasif yang efektif
Kemampuan mengelola resistensi dan perbedaan kepentingan
Influencing Without Authority Action Plan yang aplikatif
Interactive lecture
Diskusi kelompok
Studi kasus organisasi
Workshop action plan
Manager & Supervisor
Project Leader & Team Leader
HR Business Partner
Individual Contributor
Cross-functional & matrix organization roles
10. Building Coaching Culture in the Workplace
Menciptakan budaya organisasi yang mendukung pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan.
Organisasi modern menghadapi tantangan perubahan yang cepat, tuntutan kinerja tinggi, serta kebutuhan pengembangan talenta yang berkelanjutan. Pendekatan kepemimpinan yang hanya bersifat instruktif dan kontrol tidak lagi memadai untuk mendorong pembelajaran, inovasi, dan keterlibatan karyawan.
Budaya coaching (coaching culture) menjadi salah satu kunci organisasi berkinerja tinggi, di mana pimpinan dan karyawan terbiasa melakukan percakapan yang memberdayakan, reflektif, dan berorientasi solusi. Coaching bukan hanya peran HR atau profesional coach, melainkan kompetensi kepemimpinan dan budaya kerja yang tertanam dalam keseharian organisasi.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali pimpinan dan praktisi HR dengan mindset, keterampilan, serta kerangka implementasi guna membangun dan menumbuhkan budaya coaching yang berkelanjutan di tempat kerja.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Memahami konsep dan manfaat coaching culture bagi organisasi
Mengembangkan mindset coaching dalam kepemimpinan
Membedakan coaching, mentoring, counseling, dan directing
Menerapkan keterampilan coaching dalam percakapan kerja sehari-hari
Merancang strategi implementasi coaching culture di organisasi
Mendorong pembelajaran, kinerja, dan engagement melalui coaching
Session 1: The Case for Coaching Culture
Tantangan pengembangan SDM di organisasi modern
Dampak coaching culture terhadap kinerja & engagement
Coaching culture vs command-and-control culture
Studi kasus organisasi berbasis coaching
Session 2: Coaching Mindset & Leadership Shift
Perubahan peran pemimpin: dari boss ke coach
Growth mindset & learning agility
Trust, curiosity, dan accountability
Self-assessment kesiapan coaching peserta
Session 3: Coaching vs Mentoring vs Counseling
Perbedaan konsep dan peran
Kapan menggunakan coaching dan pendekatan lain
Batasan dan etika coaching di tempat kerja
Diskusi studi kasus
Session 4: Core Coaching Skills for Leaders
Active listening tingkat lanjut
Powerful questioning
Building awareness & ownership
Praktik coaching conversation dasar
Session 5: Coaching for Performance & Development
Coaching untuk kinerja vs pengembangan
Goal setting & action planning dalam coaching
Coaching untuk mengatasi hambatan kerja
Role play coaching berbasis kasus nyata
Session 6: Creating a Safe & Supportive Coaching Environment
Psychological safety & trust
Menangani resistensi terhadap coaching
Feedback konstruktif berbasis coaching
Praktik membangun lingkungan coaching
Session 7: Designing Coaching Culture Framework
Elemen kunci coaching culture
Integrasi coaching dengan sistem HR (performance, talent, learning)
Peran pimpinan, HR, dan internal coach
Best practices implementasi coaching culture
Session 8: Coaching Culture Action Plan
Refleksi kondisi organisasi saat ini
Identifikasi peluang dan tantangan implementasi
Penyusunan Coaching Culture Roadmap & Action Plan
Komitmen implementasi pasca pelatihan
Peserta akan memperoleh:
Pemahaman menyeluruh tentang coaching culture
Mindset dan keterampilan coaching untuk kepemimpinan sehari-hari
Kemampuan melakukan coaching conversation yang efektif
Kerangka kerja implementasi coaching culture di organisasi
Coaching Culture Action Plan / Roadmap yang aplikatif
Interactive lecture
Diskusi kelompok
Studi kasus organisasi
Workshop penyusunan action plan
Top Management & Senior Leaders
Manager & Supervisor
HR Business Partner & OD
Learning & Development
Internal Coach & Talent Leader